Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iman dan Terobosan Keuangan

Pepatah Tiongkok kuno mengatakan, "Uang bukan segalanya, tetapi tanpa uang manusia tidak dapat berbuat apa-apa." 

Di satu pihak kita semua menyadari pentingnya uang. Tidak satu pun kegiatan hidup kita sehari-hari maupun kegiatan gereja yang tidak memerlukan uang. 

Untuk dapat menikmati kehidupan yang lebih baik: makan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, bangunan, semuanya memerlukan uang. Untuk dapat melaksanakan tugas dan panggilan hakiki gereja, gereja mana pun di dunia ini perlu uang. 

Sampai di sini uang bukanlah suatu masalah. Masalah mulai timbul ketika uang bukan lagi hanya menjadi alat atau sarana untuk menopang kegiatan hidup. tetapi juga memengaruhi prinsip dan gaya hidup pribadi maupun gereja. 

Sehubungan dengan yang namanya "uang", banyak orang Kristen sering berada dalam posisi dan sikap yang tidak sama karena dilandasi dengan pemahaman dan pengajaran yang berbeda. TEOLOGI KEMAKMURAN DAN TEOLOGI PENDERITAAN 

Itulah sebabnya, kita perlu membedakan antara "uang" dengan "cinta uang"; antara "materi" dengan "materialisme"; dan antara "dunia" dengan "duniawi" agar pemahaman kita tetap sehat.

Ada beberapa FAKTA ALKITAB MENARIK mengapa kita perlu berbicara tentang uang dan kekayaan:

1. Dari kitab Kejadian sampai Wahyu ada 1.600 ayat yang berbicara tentang uang dan kekayaan!

2. 2/3 dari perumpamaan Tuhan Yesus berbicara tentang uang dan kekayaan. 

3. Yesus lebih banyak berbicara tentang masalah ekonomi dibandingkan dengan masalah sosial lainnya.

4. Yesus secara langsung membandingkan diriNya dengan uang atau Mamon

Matius 6:24 (TB) Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Maka bisa disimpulkan bahwa Jika seorang Kristen mempunyai pemahaman keuangan yang benar di hadapan Tuhan, maka pasti ia juga mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan 

Pemahaman yang sehat tentang uang harta dan kekayaan harus dilandasi dengan pemahaman yang benar tentang siapa yang menjadi "tuan" kita?

Kita tidak dapat mengabdi sekaligus kepada dua tuan, kita harus memilih salah satunya. 

Jika kita bertuan kepada Tuhan, maka segala yang kita miliki termasuk diri kita dan uang kita adalah milik Tuhan. Dengan demikian, apa pun yang kita punyai harus kita kelola sesuai dengan keinginan Tuhan. 

Jika tuan kita adalah Mamon, uang atau harta kekayaan, maka sebenarnya Mamon itulah yang menjadi penguasa kita dan kita menjadi budak uang. 

Sekalipun uang adalah benda mati, tetapi ia yang akan mengatur hidup kita jika ia adalah tuan kita Artinya, kita lebih mati daripada uang atau harta itu sendiri karena ternyata kita tidak dapat mengatur dan menguasai benda mati atau uang itu. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk memutuskan pada tahap awal, siapa yang kita layani, siapa yang akan kita senangkan? Tuhan atau Mamon?


IMAN MEMBUAT KITA MENGALAMI TEROBOSAN 

IMAN YANG BAGAIMANA?

Iman yang timbul saat kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan 

Salah satu poin penting untuk mengalami terobosan hidup dalam aspek apapun termasuk keuangan adalah mengalami perjumpaan dengan Tuhan

Saat orang berjumpa dengan Tuhan, maka hidup orang itu akan berubah termasuk dalam hal keuangan

Contoh proses kehidupan tokoh Alkitab 

Musa, aku punya segalanya, aku bukan siapa-siapa, Tuhan segalanya maka aku punya segalanya dalam Tuhan

Yesaya, nabi luar biasa namun saat berjumpa dengan Tuhan dia katakan aku najis bibir, sampai Tuhan menguduskan ADA PERUBAHAN

Yesaya 6:5-7 (TB) Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." 

Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.

Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." 

Paulus dari penganiaya jemaat menjadi rasul yang luar biasa, penulis sebagian besar kitab perjanjian Baru 

Petrus, penjala ikan menjadi penjala manusia ada terobosan bahkan jd kepala gereja mula-mula SEMPAT TERPURUK NAMUN TUHAN ANGKAT

Perempuan Samaria, berjumpa dengan Yesus, mengalami Tuhan jadi saksi

Dan masih banyak lagi tokoh Alkitab lainnya

Orang yang berjumpa dengan Tuhan hidupnya tidak akan pernah sama lagi

Perjumpaan bukan hanya saat ibadah di gereja, namun perjumpaan secara pribadi dimana kita belajar mengenal hati Tuhan dan kehendak Tuhan atas hidup kita

Perjumpaan dengan Tuhan Membuat kita mengalami terobosan keuangan 

Berbicara soal keuangan ada satu tokoh Alkitab yang mengalami terobosan keuangan setelah berjumpa dengan Tuhan.

Dari kisahnya kita akan belajar apa itu terobosan keuangan yang dikehendaki Tuhan

Kita akan belajar dari Zakheus yang mengalami terobosan keuangan saat bertemu dengan Yesus

Terobosan keuangan bagi orang dunia adalah bagaimana bisa meningkatkan finansial secara masif atau secara lebih gamblang dapat dikatakan bagaimana bisa menjadi kaya raya dan memiliki harta yang berlimpah 

Namun apakah terobosan keuangan yang Tuhan inginkan hanya sebatas pengertian seperti itu?

Dari kisah Zakheus kita belajar bahwa ternyata terobosan keuangan yang dipuji oleh Tuhan bukanlah saat kita menjadi orang kaya, namun saat kita bisa jadi berkat

Baca Lukas 19:1-10

Lukas 19:8-9 (TB) Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.

Zakheus disebut sebagai anak Abraham bukan karena dia kaya, namun saat dia bersedia menjadi berkat 

Zakheus adalah seorang yang kaya, karena dia memang bekerja keras untuk menjadi kaya. Bahkan menghalalkan segala cara

Tujuan hidupnya adalah untuk menjadi kaya, namun nyatanya setelah menjadi kaya Zakheus mendapati bahwa kekayaan itu bukanlah segalanya

Dia kaya dan dapat membeli apa saja yang dia mau, namun tidak dengan rasa hormat dari orang-orang, sebaliknya dia dicap sebagai orang berdosa yang najis untuk bergaul dengannya

Tetapi saat Zakheus berjumpa dengan Yesus, dengan lantang dia berani berkata akan memberikan setengah miliknya bagi orang miskin dan mengembalikan 4 kali lipat dari setiap orang yang pernah dia peras.

Inilah terobosan keuangan yang sesungguhnya

Semula Zakheus, si kepala pemungut cukai, menetapkan "menjadi kaya" sebagai tujuan hidupnya. Ia ingin menimbun harta sebanyak mungkin. Tidak heran teramat kikir sifatnya, pula ia suka memeras orang lain sehingga dibenci banyak orang. Namun..

Hari itu didapati tujuan hidupnya berubah. Zakheus bukan ingin "menjadi kaya", tetapi "menjadi berkat". Didapati sifat kikir dan keinginan untuk memeras telah lenyap. Ia berdiri dan mendeklarasikan dua pernyataan mengagumkan. Pertama, ia akan memberikan setengah miliknya kepada orang miskin. Kedua, sekiranya ia memeras sesuatu dari seseorang, ia bersedia mengembalikannya empat kali lipat (ay. 8).

Titik tolak perubahan tujuan hidup Zakheus ialah perjumpaan dengan Yesus. 

Dari atas pohon ara, namanya dipanggil oleh-Nya. Yesus berkata hendak menumpang di rumahnya (ay. 5). Padahal selama ini orang-orang menjauhinya, melabelinya "orang berdosa" (ay. 7). 

Hati Zakheus tersentuh, lalu matanya terbuka bahwa uang dan kekayaan bukanlah segalanya. Ia melihat tiada sesuatu lebih berharga selain Pribadi di hadapannya, yakni Yesus 

Demikian sepatutnya terjadi pada kita, orang-orang yang telah berjumpa Yesus. (Yang datang ke persekutuan karena rindu berjumpa dengan Yesus). 

Sepatutnya hidup kita ditujukan untuk "menjadi berkat", bukan hanya sekedar "menjadi kaya". 

Lagi pula kita mengerti berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya (Ams 10:22). 

Bukan berarti kita tidak berusaha, namun kita tau persis bahwa tujuan hidup kita bukan menjadi kaya namun adalah menjadi berkat.

Uang, kekayaan dan harta kita hanyalah sarana yang Tuhan karuniakan agar kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Jika kita dikaruniai Tuhan kekayaan sebagai buah dari kerja keras kita, maka itu juga berarti Tuhan titipkan berkat bagi orang lain yang membutuhkan melalui hidup kita 

Semakin kita kaya, seharusnya semakin besar kapasitas kita untuk bisa jadi berkat secara keuangan bagi orang lain.

Lalu apakah menjadi berkat secara keuangan hanya tugas orang kaya saja?

Bagaimana saat kekurangan? bisakah jadi berkat secara keuangan? 

Menjadi berkat secara keuangan bukan hanya bisa dilakukan oleh orang kaya, tetapi oleh setiap kita yang telah berjumpa dengan Yesus.

Contoh 

Janda di Sarfat bisa memberi makan nabi Elia

Persembahan janda miskin

Markus 12:42-44 (TB) Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Orang yang memberi dalam kelimpahan itu biasa, namun jika orang masih bisa memberi saat kekurangan itu baru luar biasa

Yesus sendiri memuji apa yang dilakukan janda tersebut dan berkata bahwa janda itu memberi lebih banyak dari semua orang

Jadi bukan soal nominal, namun soal kesadaran bahwa kita harus bisa menjadi berkat

PERJUMPAAN DENGAN YESUS akan MENGGANTIKAN HASRAT MENIMBUN

KEKAYAAN MENJADI KEINGINAN UNTUK MENJADI BERKAT

Manjadi berkat tentu bukan hanya sekedar melalui keuangan, bisa waktu tenaga doa dsb, namun secara keuangan kitapun diajarkan untuk bisa menjadi berkat, Amin..

Posting Komentar untuk "Iman dan Terobosan Keuangan "