Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Untuk apa berbuat baik?

1 Petrus 3:13-14 (TB)  Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.

Ayat tersebut mengingatkan kita untuk tidak jemu-jemu berbuat baik. Untuk apa sebenarnya kita berbuat baik? 

1. Berbuat baik untuk menerima kebaikan

Secara norma umum atau sesuatu yang secara umum dialami oleh seorang yang berbuat baik adalah akan terhindar dari hal yang jahat. Orang yang berbuat baik kepada orang lain akan menerima kebaikan juga. Sebab umumnya orang akan membalas seseorang yang berbuat baik dengan kebaikan pula. 

Kalaupun tidak dapat membalas kebaikan seseorang, maka minimal orang yang sudah menerima kebaikan kita tidak akan berbuat jahat kepada kita. Oleh karena itulah 1 Petrus 3:13 mengatakan bahwa jika kita rajin berbuat baik, maka orang tidak akan berbuat jahat kepada kita. 

Tetapi kehidupan tidaklah selalu demikian. Terkadang ketika kita berbuat baik, justru kita menerima balasan sebaliknya. Selalu ada saja orang yang mungkin salah mengerti dengan kebaikan kita. 

Jika demikian mungkin kita berkata untuk apa berbuat baik, bila kebaikan kita justru dibalas dengan kejahatan. Lalu apa kata Alkitab mengenai hal tersebut? 

2. Berbuat baik untuk melakukan kebenaran

1 Petrus 3:14 mengingatkan kita bahwa ketika kita berbuat baik justru kita mengalami penderitaan, maka itu artinya kita menderita oleh karena kebenaran. Dan lebih lanjut ayat tersebut mengatakan bahwa jika kita menderita karena kebenaran, maka kita akan berbahagia. 

Lah kok bisa? Menderita tetapi berbahagia? 

1 Petrus 3:12 menjelaskan alasannya dengan sangat jelas. 


1 Petrus 3:12 (TB) "Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." 

Inilah sebabnya Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang menderita karena melakukan kebenaran maka hidupnya akan diperhatikan oleh Tuhan. Mata dan telinga Tuhan tertuju kepada orang-orang yang berbuat baik. Sebab orang yang berbuat baik sama dengan orang yang melakukan kebenaran. 

Kita harus ingat bahwa Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak jemu-jemu berbuat baik. Galatia 6:9 (TB) berkata "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Artinya adalah bila kita berbuat baik maka kita sedang melakukan Firman Tuhan alias melakukan kebenaran. Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap berbuat baik sekalipun yang kita terima justru sebaliknya. 

Ketika kita mengalami penderitaan karena melakukan kebenaran, maka Tuhan akan memperhatikan dan melindungi orang-orang benar yang berbuat baik, sebaliknya Tuhan menentang orang yang berbuat jahat. 

Kiranya renungan hari ini membuat kita menyadari mengapa kita harus berbuat baik senantiasa. Berbuat baik bukan untuk masuk ke surga atau mendapatkan berkat. Namun berbuat baik adalah karena kita mau taat melakukan Firman. 

Posting Komentar untuk "Untuk apa berbuat baik? "