Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bertobat Dan Tinggal Tenang

Ada satu nats dalam kitab Yesaya yang mengatakan bahwa umat Israel dinasihati agar bertobat dan tinggal diam. Firman Tuhan mengatakan bahwa dalam tinggal tenang dan percaya kepada Tuhanlah terletak kekuatan yang sesungguhnya.

Namun sayangnya umat Israel tidak mau menuruti Firman Tuhan itu. Mereka justru sibuk mencari jalan keluar sendiri. Mereka berpikir bahwa alat perang seperti kuda yang tangkas adalah solusi yang lebih rasional dibanding dengan hanya berdiam diri.

Yesaya 30:15-16 (TB) Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,
kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.

Situasi peperangan membuat bangsa Israel kalut dan takut. Mereka berusaha mencari bantuan dari bangsa lain. Seperti yang disebutkan pada awal pasal 30 dari kitab Yesaya. Tuhan menegur bangsa Israel yang mencari bantuan kepada bangsa Mesir.

Yesaya 30:1-2 (TB) Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah, yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.

Tuhan melarang bangsa Israel untuk meminta pertolongan kepada manusia. Tuhan ingin umatNya datang kepada-Nya dan memohon pertolongan hanya kepada Tuhan. Namun kekuatiran dan ketidaksabaran bangsa Israel membuat mereka bertindak sendiri tanpa bertanya lagi kepada Tuhan.

Jika dipikirkan dan direnungkan kembali sebenarnya apa sulitnya untuk tinggal diam menantikan pertolongan Tuhan? Hanya diam tenang saja sepertinya sangat sulit untuk dilakukan. Namun kita juga memahami bahwa situasi bangsa Israel memang sedang terdesak dan genting. Hal inilah yang mendorong mereka untuk mengambil tindakan sendiri.

Demikian pula dalam kehidupan kita. Saat diperhadapkan dengan keadaan sulit dan persoalan yang berat untuk kita hadapi, maka akan sangat sulit bagi kita hanya berdiam diri saja menanti pertolongan Tuhan. Secara reflek dan logika kita sebagai manusia, maka tentu kita akan berusaha mencari jalan keluar.

Lalu apakah berusaha mencari jalan keluar ketika menghadapi masalah itu tidak boleh? Haruskah kita hanya berdiam diri saja sampai Tuhan menolong kita?

Tentu saja yang dimaksud nats kita hari ini bukanlah demikian. Bahkan Firman Tuhan mengajarkan kita untuk berusaha dan bertindak. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Pertolongan Tuhan juga terkadang terjadi ketika kita berusaha. Namun yang dilakukan Tuhan tegur pada bangsa Israel bukanlah soal berdiam atau bertindak.


Jadikan Tuhan Sebagai Sumber Pertolongan

Bila kita perhatikan lagi Yesaya 30:2, yang menjadi persoalan bukanlah usaha bangsa Israel, namun lebih kepada bangsa Israel yang berusaha sendiri tanpa bertanya kepada Tuhan. Mereka melupakan Tuhan. Mereka tidak menganggap Tuhan sebagai sumber pertolongan. Hal inilah yang salah dihadapan Tuhan.

Dengan tidak bertanya dahulu kepada Tuhan, bangsa Israel seperti tidak percaya lagi kepada Tuhan. Apalagi mereka meminta pertolongan justru kepada bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Tentu saja ini manyakitkan hati Tuhan. Mereka seperti mempermalukan Tuhan dan menganggap Tuhan tidak mampu menolong mereka.

Hal seperti ini jugalah yang Tuhan juga tidak inginkan untuk kita lakukan. Ketika menghadapi persoalan seperti apapun, Tuhan inginkan kita datang kepada Tuhan. Bertanya kepada Tuhan dan memohon hikmat untuk menyelesaikan persoalan. Setelah itu barulah kita bertindak berdasarkan hikmat yang Tuhan berikan saat kita berdoa kepadaNya.

Jangan justru karena ketakutan kita bertindak sembrono dengan meminta pertolongan kepada sesuatu atau seseorang yang tidak Tuhan kehendaki. Berapa banyak dari kita memilih jalan pintas, seperti pergi ke dukun, ke tempat pesugihan, ke gunung keramat dan sebagainya. Tentu hal inilah yang ditentang oleh Tuhan.

Selain itu, kita juga perlu memahami bahwa terkadang kita juga secara harfiah benar-benar diminta hanya diam dan tinggal tenang menanti pertolongan Tuhan terjadi atas hidup kita. Hal itu bisa saja terjadi ketika segala macam usaha kita yang tidak menyimpang dari kebenaran telah kita lakukan namun hasilnya masih nihil.

Saat-saat seperti itulah kita diajar untuk mengkoreksi hidup kita dan bertobat. Kemudian berdiam dirilah membangun iman percaya kepada Tuhan hingga hati dan pikiran kita menjadi tenang. Disitulah kekuatan Tuhan akan mengalir memenuhi hidup kita. Percayalah pada saat yang tepat, Tuhan akan menolong kita dengan cara-Nya yang ajaib.

Janganlah kuatir dan takut sehingga kita bertindak sembrono. Bertobat, diam, tenang dan percayalah kepada Tuhan, maka kita akan lihat kekuatan Tuhan yang dahsyat menolong hidup kita. Selamat merenungkan, Tuhan Yesus memberkati..

Posting Komentar untuk "Bertobat Dan Tinggal Tenang"