Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MERDEKA ATAU MATI !!

Salah satu rhema yang saya dapat di hari kemerdekaan negara kita tercinta adalah tentang sebuah pilihan hidup yang seringkali tidak diperhatikan oleh sebagian orang, yaitu merdeka atau mati. Semboyan merdeka atau mati sangat terkenal di Indonesia. Itu merupakan semboyan para pejuang ketika menghadapi para penjajah negeri ini. Dalam benak para pejuang tidak ada opsi menerima penjajahan, yang ada adalah merdeka atau mati untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Tahukah kita sejarah dari semboyan merdeka atau mati itu? Semboyan itu merupakan semboyan yang muncul pada saat Bung Tomo berpidato untuk mengobarkan semangat para pejuang terkhusus warga Surabaya untuk menghadapi tentara Inggris. Semboyan itulah yang membakar semangat perlawanan 10 November 1945. Indonesia sendiri telah merdeka pada 17 Agustus 1945, tetapi Belanda mencoba masuk kembali dengan membonceng tentara sekutu.

Tentara Inggris pun memberi ultimatum agar rakyat menyerah dan memberikan senjata yang telah diambil dari tentara Jepang, mereka juga diminta untuk berbaris dengan tangan di atas sebagai tanda menyerah. Namun alih-alih menyerah, rakyat justru melawan dengan sengit. Salah satu pemicunya adalah pidato Bung Tomo melalui saluran radio yang mengingatkan rakyat untuk lebih baik hancur lebur daripada kehilangan kemerdekaan. Disitulah muncul semboyan “Merdeka atau Mati”.

Bila ditarik kedalam kehidupan rohani sebagai orang Kristen atau orang yang percaya kepada Kristus, kita juga perlu memiliki tekad yang sama dengan para pejuang tanah air, Merdeka atau Mati. Firman Tuhan mengingatkan bahwa kita jangan mau lagi untuk dikenakan kuk perhambaan terhadap dosa. Jangan mau lagi diperhamba atau dijajah oleh dosa.

Sungguh-sungguh Merdeka

Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Apabila ayat tersebut menuliskan tentang “sungguh-sungguh” merdeka berarti ada kemerdekaan yang tidak sungguh-sungguh atau semu belaka. Suatu keadaan dimana seseorang terlihat sebagai orang merdeka, namun sesungguhnya tidaklah demikian. Secara fisik kita bukanlah budak, kita ini orang merdeka. Tangan dan kaki kita tidak dibelenggu. Kita tidak dikurung dalam penjara. Namun apakah kita sunguh-sungguh merdeka?

Jika hati dan pikiran kita masih dibelenggu oleh hal-hal kotor dan jahat, maka sebenarnya kita belum sungguh-sungguh merdeka. Kita akan benar-benar merdeka, apabila kita hidup dalam Kristus. Ketika Kristus menguasai hati kita, ketika itulah kita dimerdekakan. Oleh sebab itulah, Galatia 5:1 menjelaskan bahwa supaya kita sungguh-sungguh merdeka, biarkanlah Kristus yang memerdekakan kita. Ketika kasih Kristus menguasai hidup kita, maka disitulah kita mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya.

Kemerdekaan Yang Sesungguhnya

Galatia 5:13-14 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"

Secara sederhana, ayat diatas sebenarnya ingin mengatakan bahwa jika kita sungguh-sungguh telah merdeka, maka kita tidak akan berbuat dosa, sekalipun ada kesempatan untuk berbuat dosa. Inilah kemerdekaan yang sesungguhnya. Dan hal ini hanya dimungkinkan jika kasih Kristus menguasai hati dan hidup kita yang terlihat dari bagaimana kita melayani serta mengasihi sesama kita.

Orang yang merdeka tidak akan iri terhadap orang lain, orang yang merdeka tidak akan menjatuhkan orang lain, orang yang merdeka tidak akan merendahkan orang lain. Sebaliknya orang yang merdeka akan berusaha menolong dan membantu orang lain sebisa yang dia mampu. Orang yang merdeka akan mengasihi orang lain seperti dia mengasihi dirinya sendiri.

Tidak Merdeka Berarti Mati

Galatia 5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Kata tetapi dalam ayat diatas menunjukkan sebuah hal yang bertentangan atau berlawanan dari ayat sebelumnya. Apabila kita tidak hidup didalam kasih Kristus yang terwujud dalam kasih kepada sesama, maka sudah dapat dipastikan kita hidup dalam kejahatan yang digambarkan dengan saling menggigit dan saling menelan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa jika orang yang hidup demikian, maka ujungnya adalah kebinasaan.

Dengan demikian, secara tidak langsung ayat tersebut mengingatkan kepada pembaca, bahwa jika kita tidak hidup dalam Kristus, maka kita tidak akan mengalami kemerdekaan. Sebaliknya yang akan kita alami adalah kebinasaan. Jadi, pilihan ada ditangan kita, MERDEKA ATAU MATI !!

Posting Komentar untuk "MERDEKA ATAU MATI !!"