Hubungan Doa dan Hidup Kudus
Manusia tidak akan bisa mencapai kekudusan yang sempurna seperti Yesus. Manusia hanya bisa dilayakkan untuk menghampiri tahta kudus Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.
Namun disisi lain Allah memerintahkan kita orang yang percaya kepadaNya untuk hidup kudus. Artinya, setelah kita dikuduskan oleh Tuhan melalui pengorbananNya diatas kayu salib, Dia ingin kita menjalani kehidupan dalam kekudusan yang telah Tuhan anugerahkan itu.
Tentu kita memerlukan sesuatu yang bisa menjaga, mengingatkan bahkan menguatkan kita agar tetap dapat menjaga kekudusan hidup yang Tuhan sudah anugerahkan. Dan salah satu hal yang Tuhan ajarkan bagi kita untuk menjaga kekudusan hidup adalah dengan Berdoa.
Ingat Doa yang Yesus ajarkan? Ya, doa Bapa Kami. Dalam doa itu Tuhan mengajarkan kita untuk terus berjalan dalam kekudusan. Mari kita lihat hal-hal apa saja dalam “Doa Bapa Kami yang berkaitan dengan petunjuk untuk hidup Kudus”
Matius 6:9 (TB) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

Dalam Doa, Kita Diingatkan Mengenai Kekudusan Tuhan
Lihat disini dengan jelas Yesus mengajarkan bahwa ketika kita berdoa, yang pertama harus kita ingat dan imani adalah bahwa Bapa kita itu Bapa yang Kudus.
Kalimat pembuka ini langsung menempatkan Allah sebagai yang kudus dan menyerukan agar nama-Nya diagungkan dan dihormati sebagai yang kudus.
Seperti yang sudah disampaikan di hari Minggu bahwa Mengakui kekudusan Allah adalah langkah pertama menuju hidup kudus. Kita diingatkan bahwa sumber kekudusan adalah Allah sendiri, dan kita dipanggil untuk menghormati dan memuliakan-Nya dalam segala aspek kehidupan kita.
Artinya Tuhan menghendaki agar kita menguduskan nama-Nya dalam hidup kita. Ingat bahwa jika kita mau hidup dalam kekudusan, maka kehidupan kita harus tersembunyi dalam Yesus.
Kolose 3:3 (TB) Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
Artinya sepanjang kehidupan kita, biarlah hanya Yesus yang nampak dan terpancar melalui setiap tindakan dan perilaku hidup kita.
Maka disini kita belajar bahwa doa itu adalah sarana bagi kita untuk terus mengingat bahwa Tuhan itu kudus dan bahwa kehidupan kita membawa namaNya yang kudus. Doa bukan hanya sebuah jalan untuk meminta dan memohon namun yang pertama dan utama adalah untuk mengingat bahwa kita harus hidup dalam kekudusan
Matius 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Dalam Doa, Kita Diajarkan Untuk Memahami Kehendak Tuhan
Kerajaan Allah adalah tempat di mana kehendak Allah sepenuhnya dilaksanakan. Ketika kita berdoa agar Kerajaan-Nya datang dan kehendak-Nya terjadi di bumi, kita sebenarnya sedang merindukan dan berupaya untuk hidup selaras dengan kehendak Allah. Hidup kudus berarti menundukkan diri pada kehendak Allah dan berusaha untuk mewujudkannya dalam tindakan dan keputusan kita sehari-hari.
Doa adalah sarana kita meminta hikmat dan mencari kehendak Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita sehingga saat kita menjalani setiap aspek kehidupan kita dalam kehendak Tuhan kita sedang menjalaninya dalam kekudusan yang Tuhan kehendaki.
Pekerjaan kita selaras dengan kehendak Tuhan, bisnis kita selaras dengan kehendak Tuhan, keluarga kita selaras dengan kehendak Tuhan, maka itu berarti kita sedang berjalan dalam kekudusan yang Tuhan kehendaki.
Matius 6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Dalam Doa, Kita diajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu Kita
Meminta makanan secukupnya mengajarkan kita tentang ketergantungan kita pada Allah dan menjauhi ketamakan serta keinginan yang berlebihan. Hidup kudus mencakup pengendalian diri dan fokus pada kebutuhan rohani dan jasmani yang esensial, bukan pada pemuasan hawa nafsu yang tak terbatas. Rasa syukur atas berkat Allah dan berbagi dengan sesama juga merupakan bagian dari hidup kudus yang tercermin dalam permohonan ini.
Mintalah secukupnya, agar kita tidak jatuh dalam ketamakan. Doa mengingatkan kita untuk bersyukur dan mengendalikan hawa nafsu sehingga kita dapat terus berjalan dalam kekudusan hidup yang sudah Tuhan anugerahkan bagi kita.
Matius 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
Pengampunan adalah inti dari kekudusan. Mengakui dosa dan kesalahan kita di hadapan Allah serta memohon ampunan adalah langkah penting dalam pertumbuhan rohani. Lebih lanjut, kemampuan untuk mengampuni orang lain sebagaimana Allah telah mengampuni kita adalah cerminan dari hati yang diubahkan dan semakin serupa dengan Kristus.
Hidup kudus tidak mungkin terwujud tanpa adanya pengampunan dan rekonsiliasi. Ingat bahwa kita dikuduskan juga melalui pengampunan Tuhan diatas kayu salib dan dengan demikian memulihkan hubungan kita dengan Tuhan dalam damai.
Belajarlah mengakui dosa kita dalam doa-doa kita serta belajarlah melepaskan pengampunan kepada sesama dalam doa. Dengan jalan demikian, kita akan tetap berada dalam kehidupan yang kudus dan berkenan kepada Tuhan.
Matius 6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
Pencobaan adalah ujian iman yang dapat menjauhkan kita dari kekudusan. Memohon agar kita dijauhkan dari pencobaan yang melampaui kekuatan kita dan dilepaskan dari kuasa si jahat menunjukkan kesadaran akan kelemahan kita dan ketergantungan kita pada perlindungan Allah.
Hidup kudus adalah perjuangan melawan dosa dan pengaruh jahat, dan dengan berdoa kita memohon kekuatan dan pertolongan Allah dalam perjuangan kita untuk tetap hidup dalam kekudusan yang Tuhan sudah anugerahkan bagi kita.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, Doa Bapa Kami bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata, tetapi merupakan panduan hidup yang mendalam untuk tetap hidup dalam kekudusan yang Tuhan sudah anugerahkan. Setiap kalimatnya menuntun kita untuk tetap berjalan dalam kekudusan:
Mengenal dan menghormati Allah yang kudus.
Mencari dan melakukan kehendak-Nya.
Hidup dengan bergantung pada-Nya dan menjauhi ketamakan.
Menerima dan memberikan pengampunan.
Berjuang melawan dosa dan memohon perlindungan-Nya.
Dengan menghayati dan mengamalkan setiap permohonan dalam Doa Bapa Kami, kita semakin dibentuk menjadi pribadi yang kudus, serupa dengan Kristus, dan hidup sesuai dengan kehendak Allah.
Mari terapkan setiap prinsip dan nilai pada doa Bapa Kami ini dalam setiap doa pribadi kita masing-masing.
Dalam doa bersama atau doa syafaat tentu akan lebih fokus kepada membawa kehidupan dan permohonan orang lain, namun dalam doa pribadi kita membawa kehidupan pribadi kita kepada Tuhan secara lebih mendalam.
Dalam doa pribadi kita dapat belajar mengingat dan menerapkan setiap prinsip dan nilai dari doa Bapa Kami yang merupakan petunjuk dan penguat untuk tetap hidup dalam kekudusan yang Tuhan sudah anugerahkan.
Itulah pentingnya memiliki kehidupan doa pribadi yang sehat dan hidup. Yuk sama-sama belajar untuk memiliki kehidupan doa pribadi yang lebih berkualitas agar kita tetap hidup dalam kekudusan. (saya juga masih terus belajar). Amin
Posting Komentar untuk "Hubungan Doa dan Hidup Kudus"