Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pribadi Berintegritas, Pribadi Yang Unggul

Ada sebuah cerita tentang seorang remaja yang berusia sekitar 15-17 tahun yang terpaksa harus hidup di luar negeri, jauh dari keluarga dan harus bekerja sendiri di negeri asing. Pemuda ini kemudian mengikuti seleksi untuk suatu pekerjaan di pemerintahan. Singkat cerita dia terpilih dan bekerja di Istana.

Kinerjanya sangat baik bahkan akhirnya bisa menjadi penasihat pemerintahan, bukan hanya untuk satu masa pemerintahan namun sampai kepada 4 pemerintahan berganti kepemimpinan pun dia tetap dipercaya. 


Pemuda ini bukan sekedar bertahan hidup di negeri asing, namun dia juga berkembang disana. Mengapa? karena dia punya satu sifat atau karakter yang membuat dia unggul dari yang lain, dia punya yang namanya integritas. 


Kisah diatas adalah kisah yang terjadi didalam Alkitab. Siapa dia? ya dia adalah Daniel.


Hari ini kita akan belajar satu kualitas dari seorang pribadi yang unggul yakni kualitas pribadi yang bernama "integritas".

Apa itu Integritas?

Berasal dari kata "integer" yang berarti utuh, lengkap, tidak terpecah, murni.

Jadi, secara asal kata, integritas bermakna: Keutuhan pribadi — seseorang yang tidak terbagi-bagi antara apa yang ia pikirkan, katakan, dan lakukan. Kualitas dari hidup yang utuh, tidak munafik, tidak ada bagian yang tersembunyi atau palsu.

Ciri Utama dari Integritas

1. Sama saat dilihat atau tidak dilihat orang

Artinya, Orang yang berintegritas adalah orang yang tetap melakukan hal yang benar sekalipun tidak ada orang yang melihat atau mengawasi. 


Daniel adalah contoh yang baik dalam hal ini. Ingat bahwa Daniel dibawa ke pembuangan itu saat masih muda, dan kemungkinan besar dia terpisah dengan orangtuanya. Dia pindah ke negeri asing yang tentu hukum etika dan moralnya berbeda. Disana hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi, ditambah lagi tidak ada pengawasan orangtua ataupun imam.


Namun kita tahu kisahnya bahwa Daniel tetap berpegang teguh kepada hukum Tuhan atau hukum Taurat. Bahkan untuk urusan makan saja, Daniel berketetapan hati untuk tidak menajiskan diri dengan santapan raja.


Daniel 1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.


Padahal kalau mau, tidak akan ada yang menghukum dia karena hukum Taurat tidak berlaku disana, tidak ada juga yang melihat. Tapi inilah yang namanya integritas, tetap taat sekalipun tidak ada yang melihat.


Hari-hari ini pun kita diperhadapkan dengan tantangan yang sama seperti Daniel. kita hidup di dunia yang prinsip etika dan moralnya seringkali berbeda bahkan bertentangan dengan Firman Tuhan. Namun apakah kita mau tetap taat kepada Firman atau kita berkompromi.


Contoh budaya modern yang bertentangan dengan prinsip Firman Tuhan

Seks bebas, perilaku menyimpang, saling sindir di medsos, berjudi, ngomong kasar atau jorok, tipu-tipu, pencitraan adalah norma yang dianggap wajar hari-hari ini. (kan semua orang melakukannya)


Namun kalau kita mau hidup dalam integritas, maka kita tidak akan melakukannya sekalipun tidak ada yang melihat.

Seperti apa saudara saat sedang sendirian, tidak ada yang melihat saudara. Apa yang saudara pikirkan dan lakukan saat tidak ada seorangpun yang melihat itulah integritas saudara. Sebab dunia saat ini penuh dengan kepalsuan, tapi orang yang berintegritas akan tetap memiliki keteguhan hati untuk taat dan hidup dalam kebenaran.

Contoh lain: Yusuf saat dirumah Potifar

2. Sama di dalam dan di luar

Apa yang kita katakan, kita lakukan. Ketika berkata A maka yang dilakukan A bukan B. Orang yang berintegritas bisa dipercaya karena hidupnya konsisten.


Seperti sebuah kutipan yang belum lama ini viral karena diucapkan oleh seorang tokoh di Indonesia yakni “We walk the talk, not only talk the talk” (wiwok dhe tok not onli tok dhe tok)

  • Orang yang "talks the talk" = pintar bicara, tahu apa yang benar, bisa kasih nasihat.

  • Tapi hanya orang yang "walks the talk" = benar-benar melakukan apa yang dia katakan, yang menunjukkan integritas sejati.

Integritas bukan sekadar tahu firman, tapi hidup dalam firman.
Bukan hanya berkata, “saya percaya Tuhan,” tapi benar-benar hidup taat kepada Tuhan — seperti Daniel.

Daniel tidak hanya berkata "saya orang percaya," tapi ia hidup konsisten dalam iman, bahkan saat iman itu bisa membuatnya dihukum mati.

Daniel 6:10-11 Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Refleksi untuk direnungkan:

  • Mengaku Kristen tapi juga bisa sabar di jalan, jujur dalam bisnis, tidak kasar di rumah, dan tetap berdoa meski sibuk.

  • Tidak hanya aktif di gereja, tapi juga baik di lingkungan kerja, sekolah, dan sosial media.

  • Seorang orang tua yang berkata “jangan bohong”, tapi juga tidak pernah berbohong di depan anak-anaknya.

3. Tidak berpura-pura, tidak munafik

Orang yang berintegritas itu tulus, jujur dan apa adanya. Dia tidak munafik hanya karena sebuah imbalan atau keuntungan sesaat.


Daniel berani menolak tawaran hadiah dari raja dan tetap menyampaikan “kabar buruk” yang sesuai dengan Firman Tuhan mengenai arti tulisan di dinding.

Contoh dari hidup Daniel:

Daniel 5:17 — “Lalu Daniel menjawab raja: ‘Pemberian tuanku boleh tuanku simpan dan hadiah tuanku boleh tuanku berikan kepada orang lain…’”

Saat Raja Belsyazar menawarkan hadiah besar jika Daniel mau menafsirkan tulisan misterius di dinding, Daniel menolak imbalan itu. Ia tetap menyampaikan pesan Tuhan secara jujur dan tegas, meskipun isinya adalah peringatan dan hukuman bagi sang raja

Ia tidak tergoda oleh kekayaan atau kedudukan. Daniel tidak mau menukar prinsip dan suara kebenaran demi hadiah duniawi. Baginya, kesetiaan kepada Tuhan lebih berharga daripada penghargaan manusia.

Contohnya adalah pedagang yang jujur. Meskipun pembeli tidak tahu, orang berintegritas tidak mencampur beras dengan yang jelek, tidak “menekan” timbangan, dan tidak menaikkan harga seenaknya saat hari ramai.

Hal itu dilakukan karena ia percaya: berkat dari Tuhan jauh lebih besar daripada untung dari kecurangan

Mengapa Integritas Itu Penting?

1) Integritas itu Pondasi Kehidupan

2) Integritas akan membawa kita pada penggenapan janji & rencana Tuhan

3) Tuhan benci orang yang bermuka dua atau munafik 

Bagaimana cara memiliki Integritas?

1) Miliki hati yang takut akan Tuhan, caranya dengan membangun disiplin rohani

2) Tetapkan atau Jadikan Firman Tuhan sebagai Nilai Hidup

3) Melatih diri untuk mengatasi keinginan yang bertentangan dengan Firman Tuhan 


Posting Komentar untuk "Pribadi Berintegritas, Pribadi Yang Unggul"